Satelit FIRMS tidak selalu mendeteksi semua titik api secara real-time โ ada jeda waktu lintasan satelit, dan titik api kecil/sudah tertangani bisa jadi tidak cukup panas untuk terdeteksi. Kalau petugas sudah memastikan langsung di lokasi (mis. dari foto GPS saat patroli), masukkan titiknya di sini supaya tetap tercatat di peta & tabel โ ditandai jelas sebagai data lapangan, bukan estimasi satelit. Ditampilkan di peta selama 48 jam sejak waktu kejadian (sama seperti jendela hotspot satelit); data lengkapnya tetap tersimpan permanen di Google Sheet.
Nilai pengukuran stasiun resmi, diarsipkan otomatis dari portal ISPU KLH/BPLH setiap 4 jam sehingga riwayatnya tersimpan lebih dari 24 jam. Arsip dimulai 17 Oktober 2026; rentang sebelum tanggal itu belum tersedia. Jam tanpa data dibiarkan kosong pada grafik. Warna latar menunjukkan kategori ISPU.
Cara membaca: batang pada jeda 2 hari menunjukkan seberapa kuat rata-rata ISPU hari H berhubungan dengan jumlah kasus ISPA pada hari H+2 (korelasi Spearman, dari โ1 sampai 1). Batang tertinggi adalah jeda yang paling cocok. Ini indikasi awal, bukan bukti sebab-akibat: hasilnya dipengaruhi kelengkapan laporan Puskesmas, hari libur, dan fakta bahwa ISPU hanya diukur di satu stasiun (Kec. Selat). Rata-rata ISPU harian dihitung bila tersedia minimal 18 dari 24 jam data; hari ini belum ikut dianalisis karena datanya belum lengkap.
| Kecamatan | Status ISPU (est.) | Hotspot 24 jam | Kasus ISPA hari ini |
|---|